Sentuhan Humanis Di Batas Negeri, Seorang Bhabinkamtibmas Merajut Kedekatan Lewat 'Cara Door to Door ' di Desa Binaannya
Tribratanewsttu.com, Naibenu,–Dalam rangka mengokohkan pilar keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) berbasis kemitraan yang humanis, jajaran Kepolisian Resor Timor Tengah Utara, melalui Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) terus mengintensifkan pendekatan personal kepada warga.
Pada hari Sabtu (23/05/2026), Bripka Rimson Panjaitan, yang mengemban tugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Manamas dan Desa Benus, Kecamatan Naibenu, menggelar aksi sambang dialogis secara marathon melalui metode Door to Door System (DDS). Kegiatan yang berlangsung sejak siang hari pukul 14.00 WITA hingga malam hari pukul 20.20 WITA ini menjadi bukti nyata dedikasi Polri yang tiada henti melayani tanpa sekat waktu.
Langkah kaki Bripka Rimson Panjaitan menyusuri jalanan desa membawa misi penting untuk memastikan situasi di wilayah binaannya tetap kondusif. Dengan senyum ramah dan pendekatan yang persuasif, personel tunggal Polri ini menyambangi satu per satu kediaman tokoh masyarakat. Dua di antaranya adalah rumah kediaman Bapak Teo Teme dan rumah Bapak Petrus Afulit. Kehadiran figur polisi di tengah kegelapan malam dengan hanya diterangi lampu teras rumah tidak menyurutkan kehangatan dialog antara penegak hukum dan warga setempat. Suasana akrab justru terbangun saat warga dengan antusias duduk melingkar di atas kursi plastik, mendengarkan dan bertukar pikiran bersama sang Bhabinkamtibmas.

Dalam dialog interaktif yang penuh kekeluargaan tersebut, Bripka Rimson menyampaikan sejumlah materi imbauan penting yang menjadi atensi pimpinan kepolisian dalam menjaga stabilitas wilayah. Pertama, ia mengajak seluruh warga binaan untuk secara swadaya dan proaktif menjaga sistem keamanan lingkungan (Siskamtibmas) agar desa mereka tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Keamanan bukan hanya tugas polisi, melainkan tanggung jawab bersama yang lahir dari kesadaran komunitas.
"Kami mengimbau kepada bapak-bapak dan seluruh warga agar tetap menjaga warisan budaya kita, yaitu rumah adat masing-masing. Jangan sampai kita terlena dengan situasi yang saat ini tampak landai-landai atau aman saja. Kewaspadaan harus tetap dijaga kapan pun dan di mana pun," ujar Bripka Rimson di hadapan warga yang menyimak dengan saksama.
Selain menekankan aspek keamanan fisik dan kelestarian adat, Bhabinkamtibmas yang dikenal dekat dengan masyarakat ini juga menyoroti kebiasaan sosial yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas. Ia secara tegas namun humanis mengingatkan warga agar tidak mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Menurutnya, banyak konflik sosial dan tindakan kriminalitas yang berawal dari pengaruh minuman keras, sehingga pengendalian diri menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya gesekan antarwarga.
Tak lupa, aspek ekonomi dan keamanan aset warga berupa hewan ternak turut menjadi materi edukasi dalam sambang kali ini. Mengingat sebagian besar warga bermata pencaharian sebagai petani dan peternak, Bripka Rimson memberikan tips praktis agar hewan ternak milik warga selalu dimasukkan ke dalam kandang atau diikat kuat di seputaran kuintal (pekarangan) rumah. Hal ini dimaksudkan agar posisi ternak dapat dijangkau dan dipantau dengan cepat, guna meminimalisir risiko pencurian ternak yang kerap memanfaatkan kelengahan pemiliknya pada malam hari.
Aksi nyata yang memakan waktu hingga enam jam lebih ini membuahkan hasil yang sangat positif. Melalui pendekatan yang humanis dan menyentuh hati ini, berhasil dicapai situasi yang kondusif, aman, serta tertib di wilayah hukum Desa Manamas dan Desa Benus. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan tertib tanpa ada hambatan berarti. Masyarakat setempat memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas konsistensi Bhabinkamtibmas yang rela meluangkan waktu hingga larut malam demi menjaga keselamatan mereka. Kedekatan emosional yang terjalin dalam ruang dialog sederhana ini membuktikan bahwa kehadiran Polri bukan lagi sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai mitra, sahabat, dan pelindung sejati bagi masyarakat di kabupaten Timor Tengah Utara.


