Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Miomaffo Barat Gelar Bansos Tepat Sasaran bagi Lansia dan Disabilitas, Kapolsek Upayakan Langkah Nyata Ke Dinas Sosial

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Miomaffo Barat Gelar Bansos Tepat Sasaran bagi Lansia dan Disabilitas, Kapolsek Upayakan Langkah Nyata Ke Dinas Sosial

Tribratanewsttu.com, Miomaffo Barat (18/06/2026) — Menyambut momentum sakral Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80, Kepolisian Sektor Miomaffo Barat menunjukkan komitmen nyata dalam mengejawantahkan semangat "Polri untuk Masyarakat". Melalui aksi kepedulian yang mendalam, Kapolsek Miomaffo Barat, Ipda Paulus Naif, S.H., memimpin langsung jalannya kegiatan Bhakti Sosial (Bansos) yang menyasar warga rentan di pelosok Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Kamis, 18 Juni 2026. Langkah kemanusiaan ini menjadi bukti konkret atas perhatian Polri yang tak pernah pudar terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia).

​Kegiatan mulia yang dimulai tepat pada pukul 12.30 WITA ini melibatkan sinergi yang kuat antara aparat kepolisian dan perangkat desa setempat. Turut mendampingi Kapolsek dalam rombongan antara lain Kasium Polsek Miomaffo Barat, Kanit Binmas, Kanit Provos, serta jajaran anggota Polsek Miomaffo Barat. Kehadiran Kepala Desa Satab dan Kepala Desa Fatuneno dalam iring-iringan tersebut menegaskan adanya kolaborasi harmonis antara Polri dan pemerintah tingkat tapak demi memastikan bantuan jatuh ke tangan yang benar-benar berhak.

​Ipda Paulus Naif menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan yang terukur dan tepat sasaran. Akurasi data penerima didapatkan melalui proses verifikasi dan validasi faktual di lapangan secara langsung oleh jajaran Bhabinkamtibmas. Berdasarkan data objektif tersebut, rombongan bergerak menyisir dua desa untuk menyambangi para penerima manfaat.

​​Pada klaster pertama pukul 12.30 WITA, rombongan menyerahkan bantuan paket sembako kepada tiga warga penyandang disabilitas di Desa Satab. Langkah kaki petugas menyambangi kediaman Thomas Anunut (46), seorang pria yang mengalami keterbatasan fisik sehingga tidak bisa berjalan. Kebahagiaan dan rasa haru terpancar saat paket bantuan didekap langsung olehnya. Selang beberapa saat, perhatian Polri juga menyentuh Oktonia Bait (49), seorang wanita tangguh dengan disabilitas fisik pada kedua tangan yang tidak dapat digerakkan, serta Yohana Feka (43) yang menyandang cacat pada tangan kiri sejak lahir.

​Perjalanan kemanusiaan kemudian dilanjutkan ke Desa Fatuneno pada pukul 13.30 WITA. Di desa ini, personel Polsek Miomaffo Barat menyalurkan bantuan kepada dua warga. Penerima pertama adalah Yohana Da Cruz Dos Reus (20), seorang gadis muda yang menyandang disabilitas mental (autis). Penerima kedua adalah Serafina Natun (66), seorang lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan usia senja. Kehadiran Polri di tengah gubuk-gubuk sederhana mereka membawa secercah harapan dan kehangatan tersendiri.

​"Kegiatan Bhakti Sosial ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara Ke-80 dan merupakan representasi bentuk kepedulian nyata Polri terhadap masyarakat. Kami sangat berharap bantuan yang tidak seberapa ini bisa sedikit meringankan beban ekonomi para penerima. Janganlah dilihat dari jumlah atau nominalnya, melainkan dari keikhlasan memberi dan ketulusan kepedulian pimpinan kami yang patut kita contohi bersama," ujar Ipda Paulus Naif, S.H. disela kegiatan. Lebih lanjut, Kapolsek menyampaikan apresiasi mendalam kepada para Kepala Desa yang setia mendampingi jalannya penyaluran dari awal hingga akhir, sembari menaruh harapan agar pihak desa terus aktif memantau kelompok rentan ini.

​​Tidak hanya sekadar memberikan bantuan pangan penunjang hidup, Kapolsek Miomaffo Barat juga menunjukkan kepekaan sosial yang mendalam terhadap nasib salah satu warga, yakni Yohana Da Cruz Dos Reus. Mengetahui gadis pengidap autis tersebut saat ini hanya tinggal bersama bibinya yang berstatus janda tanpa penghasilan tetap dalam kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan, Ipda Paulus Naif langsung merancang langkah solutif jangka panjang.

​Sebagai wujud nyata dari fungsi Polri sebagai pengayom dan pelindung, Kapolsek menyatakan akan mengupayakan komunikasi intensif secara proaktif dengan Dinas Sosial Kabupaten TTU. Rencana tindak lanjutnya adalah mengusulkan agar Yohana dapat dipindahkan ke panti asuhan atau yayasan rehabilitasi yang layak. Langkah strategis ini dinilai sangat krusial agar yang bersangkutan mendapatkan pengawasan, perawatan medis, dan penanganan psikologis yang tepat guna mengupayakan kesembuhan atau minimal meningkatkan kualitas hidupnya.

​Seluruh rangkaian kegiatan jajaran Punggawa Bhayangkara ini berakhir pada pukul 15.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Kendati agenda hari itu telah selesai, aksi kemanusiaan Polsek Miomaffo Barat dipastikan tidak berhenti sampai di sini. Pihak Polsek mengonfirmasi bahwa Bhakti Sosial gelombang kedua akan segera dilaksanakan kembali dengan target 5 orang penerima manfaat baru. Saat ini, para personil Bhabinkamtibmas masih terus bergerak aktif menyisir pelosok desa untuk mendata masyarakat yang kondisinya benar-benar layak dan membutuhkan uluran tangan kepolisian.