Wujud Nyata "Polri untuk Masyarakat": Kapolres TTU Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lewat Pengolahan Nira dan Sentra Tenun

Wujud Nyata

Tuamese (25/07/2026)— Kepolisian Resor Timor Tengah Utara kembali menunjukkan komitmen dan kepedulian nyatanya terhadap kesejahteraan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Pada Sabtu, Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., memimpin langsung kegiatan pembinaan, penyuluhan kemandirian ekonomi, sekaligus penyerahan bantuan sosial (bansos) di wilayah hukum Polsek Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan bernuansa humanis ini mengusung agenda utama optimalisasi potensi lokal, yaitu "Penyuluhan Pemanfaatan Nira Menjadi Gula Merah", yang diselenggarakan guna memberdayakan masyarakat agar mampu meningkatkan nilai ekonomis hasil bumi lokal serta memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Rombongan Polres TTU Tiba di Desa Tuamese sekitar pukul 13.30 WITA. Kedatangan AKBP Eliana Papote beserta jajaran disambut hangat secara adat oleh Kepala Desa Tuamese melalui prosesi pengalungan selendang tenun khas daerah setempat sebagai simbol penghormatan dan kemitraan erat antara institusi Polri dan masyarakat adat. Turut mendampingi Kapolres dalam kunjungan kerja ini antara lain Kabagren Polres TTU, Kabag SDM Polres TTU, Kasat Lantas Polres TTU, Kasat Binmas Polres TTU, Kapolsek Biboki Anleu, serta Kanit Binmas.
Rangkaian acara resmi di Kantor Desa Tuamese diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pendeta Gerson Lette, S.Th. Suasana keakraban makin terasa saat Kasat Binmas Polres TTU membuka acara, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Tuamese, serta pengarahan dan penyuluhan langsung dari Kapolres TTU.

Kapolres TTU AKBP Eliana Papote dengan senyum hangat menyampaikan materi penyuluhan di hadapan perangkat desa dan jajaran pejabat utama Polres TTU. Dengan berbalut selendang tenun tradisional, jajaran jajaran kepolisian duduk bersanding sejajar dengan masyarakat dan pemerintah desa, mencerminkan tidak adanya sekat antara pengayom masyarakat dan warga yang dilayani.
Usai sesi dialog dan foto bersama di depan Kantor Desa Tuamese sekitar pukul 15.00 WITA, Kapolres TTU beserta rombongan bergerak menuju lokasi usaha mikro milik warga. Kunjungan pertama dilakukan ke tempat pengolahan gula merah tradisional milik Ibu Rin Lau di Desa Tuamese.
Di lokasi ini, terekam momen berkesan saat Kapolres TTU tak ragu duduk lesehan bersama para perajin gula di bawah pondok bernuansa alami. Dalam balutan seragam dinas bertongkat komando kepemimpinan yang merakyat, AKBP Eliana Papote memperhatikan langsung proses pengadukan nira panas di atas kuali besar. Dialog interaktif terjadi secara alamiah mengenai kendala produksi, bahan baku, hingga peluang pemasaran hasil olahan gula merah.
Tak berhenti di situ, sekitar pukul 17.20 WITA, rombongan melanjutkan perjalanan menuju sentra kerajinan kain tenun di Desa Ponu. Di sana, Kapolres meninjau ketelitian dan ketrampilan para perempuan penenun yang terus melestarikan warisan budaya sekaligus menopang ekonomi keluarga.

Sebagai bentuk empati dan aksi nyata jargon Polri Presisi, Polres TTU menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada tujuh kepala keluarga (KK) yang membutuhkan serta para pelaku usaha lokal.
Rincian penerima bantuan sosial tersebut meliputi:

  • Desa Tuamese (5 KK): Ibu Rin Lau, Ibu Pedi Mano, Ibu Rorince Mutik, Ibu Yuli Kabu, dan Ibu Eli Tety.
  • Desa Ponu (2 KK): Marselina Oki dan Agatha Eko.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Polres TTU membuktikan bahwa fungsi kepolisian di era modern tidak hanya berfokus pada penegakan hukum (law enforcement), tetapi juga mencakup peran aktif sebagai fasilitator pembangunan, pelindung, serta penggerak roda ekonomi masyarakat bawah. "Polres TTU berharap kegiatan pembinaan dan penyaluran bantuan sosial ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat. Kami ingin memastikan Polri senantiasa hadir memberi solusi, mendampingi UMKM lokal, serta menebar kepedulian sosial bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan," pungkas AKBP Eliana Papote.