Polres Ttu Hadir Di Tengah Masyarakat, Program Polisi Peduli Pengangguran Dorong Pemuda Besnaen Miliki Keterampilan Kerja

Polres Ttu Hadir Di Tengah Masyarakat, Program Polisi Peduli Pengangguran Dorong Pemuda Besnaen Miliki Keterampilan Kerja

Tribratanewsttu.com – Kefamenanu. Sebagai wujud nyata kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat, Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) AKBP Eliana Papote, S.I.K.,M.M., bersama Kasat Binmas Polres TTU dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Maubeli melaksanakan kegiatan Polisi Peduli Pengangguran dalam rangka mendukung Program 100 Hari Kerja Kapolri, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.30 WITA tersebut bertempat di Besnaen, RT 019/RW 005, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari RT 019, RT 039, RT 040, dan RT 022, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Kapolres TTU berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan aspirasi, mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi warga, sekaligus menyampaikan langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama guna mendukung terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan sejahtera.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis Polri yang tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga memberikan perhatian terhadap persoalan sosial, khususnya pengangguran dan keterbatasan keterampilan yang dimiliki generasi muda.

Dalam arahannya, Kapolres TTU menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Keamanan dan ketertiban tentu bukan hanya tanggung jawab kami dari Polres TTU, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga lingkungan kita. Apabila ada masyarakat atau pihak dari luar yang datang dan berpotensi mengganggu ketertiban, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau melalui layanan Call Center 110 Polri,” tegas Kapolres TTU.

Melalui pesan tersebut, Kapolres mengajak masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, meningkatkan komunikasi dengan aparat kepolisian, serta tidak ragu menyampaikan informasi apabila ditemukan potensi gangguan kamtibmas. Kedekatan dan keterbukaan antara polisi dan masyarakat dinilai penting untuk membangun kepercayaan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Selain menyampaikan pesan kamtibmas, Kapolres TTU juga memberikan perhatian khusus terhadap persoalan pengangguran yang dihadapi generasi muda. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah telah menyiapkan program pelatihan keterampilan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja.

Adapun tiga program pelatihan yang disiapkan meliputi pelatihan tata boga, tata busana, dan komputer. Ketiga bidang tersebut diharapkan dapat membantu para peserta mengembangkan kemampuan praktis, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperluas peluang untuk memperoleh pekerjaan sesuai dengan keterampilan yang dimiliki.

Kapolres TTU menekankan bahwa pembekalan keterampilan merupakan langkah penting agar generasi muda tidak hanya memiliki keinginan untuk bekerja, tetapi juga mempunyai kemampuan yang dapat diterapkan secara nyata.

“Sebelum anak-anak kita bekerja, kita bekali terlebih dahulu dengan keterampilan supaya apa yang mereka lakukan nantinya benar-benar bermanfaat. Kami tidak membuka lapangan kerja baru, tetapi memfasilitasi program yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah. Karena itu, saya minta Bhabinkamtibmas mendata warga yang berminat mengikuti pelatihan ini,” jelasnya.

Penegasan tersebut sekaligus memperjelas peran Polri sebagai penghubung antara masyarakat dan program pemerintah. Melalui pendataan yang dilakukan Bhabinkamtibmas, warga yang berminat diharapkan dapat memperoleh informasi dan kesempatan untuk mengikuti pelatihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pada sesi diskusi, Ketua RT 022, Bapak Luther Tutu, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Kapolres TTU terhadap kondisi masyarakat Besnaen. Ia mengungkapkan bahwa warga setempat memiliki harapan untuk meningkatkan kesejahteraan, tetapi masih menghadapi kendala mendasar berupa keterbatasan sumber air bersih.

“Kami masyarakat Besnaen ingin hidup sejahtera seperti daerah lainnya. Namun, kendala utama kami di sini adalah keterbatasan sumber air. Jika berkenan, kami mohon bantuan Ibu Kapolres TTU untuk membantu kami dalam pembuatan sumur bor. Terima kasih juga kami sampaikan atas adanya program pelatihan ini sehingga anak-anak kami memiliki kesempatan untuk mengikutinya,” ungkap Luther Tutu.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres TTU menyampaikan bahwa penyediaan air bersih merupakan salah satu program prioritas Polda Nusa Tenggara Timur. Ia menyatakan bahwa keluhan masyarakat terkait keterbatasan air bersih akan diterima dan diupayakan sesuai dengan kemampuan serta mekanisme yang tersedia.

Sementara itu, terkait program pelatihan keterampilan, Kapolres kembali mengimbau masyarakat agar segera melakukan pendataan dan pendaftaran sehingga kesempatan yang telah disiapkan Pemerintah Daerah dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dialog tersebut menunjukkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan, keluhan, dan harapan secara langsung. Respons terhadap persoalan air bersih serta fasilitasi pelatihan keterampilan menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polres TTU dan warga Kelurahan Maubeli, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kamtibmas, serta terbukanya akses bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan mereka.

Ke depan, pendataan calon peserta pelatihan oleh Bhabinkamtibmas diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama pihak terkait, sehingga masyarakat yang berminat memperoleh informasi dan kesempatan mengikuti program tersebut. Aspirasi mengenai kebutuhan air bersih juga diharapkan dapat menjadi perhatian dalam koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait.

Kegiatan Polisi Peduli Pengangguran berakhir pada pukul 12.30 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Melalui kegiatan ini, Polres TTU menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, harmonis, dan semakin sejahtera.