Kapolres TTU: Penguatan UMKM Desa Dapat Menjadi Pilar Stabilitas Keamanan

Melalui kegiatan Jumat Curhat di Kecamatan Miomaffo Barat, Kapolres TTU berupaya memperkuat komunikasi dengan masyarakat juga mendorong pemberdayaan ekonomi desa melalui pengembangan UMKM sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.

Kapolres TTU: Penguatan UMKM Desa Dapat Menjadi Pilar Stabilitas Keamanan
Sesi foto bersama Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., pada pelaksanaan kegiatan Jumat Curhat di Polsek Miomaffo Barat (Jumat, 13/3/26) Dok Humas

Tribratanewsttu.com; Kefamenanu (13/3/2026) - Penguatan ekonomi masyarakat desa dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Hal itu disampaikan Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., saat kegiatan Jumat Curhat bersama masyarakat di Polsek Miomaffo Barat, Desa Suanae, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten TTU, Jumat (13/3).

Kegiatan tersebut dihadiri Waka Polres TTU Kompol Jemmy O. Noke, S.H., Danyon Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Barat Letkol Arh Endis Fachru, para pejabat utama Polres TTU, Kapolsek Miomaffo Barat IPDA Paulus Naif, S.H., Camat Miomaffo Barat Markus Nesse, S.IP., para kepala desa se-Kecamatan Miomaffo Barat, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh pemuda.

Dalam arahannya, Kapolres menekankan bahwa keamanan tidak hanya bertumpu pada upaya penegakan hukum, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Kapolres, wilayah Miomaffo Barat memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, khususnya di sektor pertanian dan peternakan. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber kegiatan ekonomi produktif yang memberi nilai tambah bagi masyarakat.

“Penguatan UMKM desa dapat menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Ketika masyarakat memiliki kegiatan ekonomi yang produktif, maka potensi gangguan kamtibmas juga dapat diminimalkan,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar mengurangi bahkan menghentikan produksi dan konsumsi minuman keras (miras) karena kerap menjadi pemicu berbagai tindak pidana di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Salu, Kristo Ola, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Jumat Curhat yang memberikan ruang dialog langsung antara masyarakat dan kepolisian.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami merasa lebih dekat dengan kepolisian. Selain itu, berbagai persoalan kecil di masyarakat juga bisa diselesaikan dengan pendekatan restorative justice, sehingga hubungan antarwarga tetap terjaga dan situasi keamanan di desa tetap kondusif,” ujar Kristo.***