Polres TTU Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Patuh Turangga 2026, Perkuat Sinergitas untuk Wujudkan Kamseltibcarlantas

Polres TTU Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Patuh Turangga 2026, Perkuat Sinergitas untuk Wujudkan Kamseltibcarlantas

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu – Dalam rangka mematangkan kesiapan pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2026, Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Utara (TTU) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait, Senin (26/10/2026), pukul 09.20 WITA, bertempat di Ruang Video Conference (Vicon) Polres TTU.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, menyatukan persepsi, serta membangun sinergitas antarlembaga dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2026 yang berlangsung serentak mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026 di wilayah hukum Polres TTU.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., dan dihadiri Dandim 1618/TTU, Danyon TP 877 Biinmafo, Dansatgas Pamtas RI-RDTL, Kabag Ops Polres TTU, Kasat Intelkam Polres TTU, Kasat Lantas Polres TTU, Kasat Samapta Polres TTU, Kasat Pol PP Kabupaten TTU, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten TTU, serta Kepala Jasa Raharja Kefamenanu.

Dalam arahannya, Kapolres TTU menegaskan bahwa Operasi Patuh Turangga 2026 merupakan upaya kepolisian untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas. Operasi ini juga bertujuan menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten TTU.

Kapolres menekankan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya bergantung pada pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektoral menjadi bagian penting dalam menyamakan langkah, memperjelas peran masing-masing instansi, serta mengantisipasi berbagai potensi hambatan selama operasi berlangsung.

Melalui rapat tersebut, seluruh peserta diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam mendukung kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara profesional, proporsional, serta humanis. Edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya tertib berlalu lintas juga menjadi perhatian agar pelaksanaan operasi tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi turut membangun budaya keselamatan di jalan raya.

Selain membahas kesiapan Operasi Patuh Turangga 2026, Kapolres TTU turut menyoroti dua persoalan lain yang memerlukan perhatian bersama, yakni penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta antrean panjang kendaraan di tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kabupaten TTU.

Kedua persoalan tersebut menjadi perhatian karena membutuhkan koordinasi dan langkah penanganan yang tepat dari instansi terkait. Penanganan karhutla memerlukan peningkatan kewaspadaan, pencegahan dini, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Sementara itu, persoalan antrean panjang di SPBU perlu mendapat perhatian bersama agar tidak mengganggu arus lalu lintas, ketertiban umum, maupun aktivitas masyarakat.

Pembahasan berbagai isu tersebut menunjukkan bahwa koordinasi lintas sektoral tidak hanya berfokus pada pelaksanaan operasi lalu lintas, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam menghadapi persoalan keamanan serta ketertiban masyarakat di Kabupaten TTU.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen seluruh instansi untuk mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2026 secara optimal. Sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

Polres TTU juga berharap masyarakat dapat berperan aktif dengan mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, membawa dokumen kendaraan yang sah, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan. Kepatuhan tersebut diharapkan menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya selama pelaksanaan operasi.

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Patuh Turangga 2026 tingkat Polres TTU berakhir pada pukul 10.00 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar.

Dengan adanya koordinasi ini, Polres TTU bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat sinergitas dalam mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara.