Melalui Minggu Kasih, Polres Ttu Perkuat Kebersamaan Dengan Jemaat Gereja Petra Kefamenanu, Wujudkan Polri Yang Humanis Dan Peduli Keselamatan Berlalu Lintas
Tribratanewsttu.com, Kefamenanu – Dalam upaya mempererat hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat serta membangun kehidupan sosial yang harmonis, Polres Timor Tengah Utara (TTU) terus mengedepankan pendekatan humanis melalui kegiatan keagamaan. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut dilaksanakan melalui program Minggu Kasih, yang menjadi sarana bagi Polri untuk hadir, beribadah bersama, menjalin silaturahmi, sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kegiatan Minggu Kasih tersebut dilaksanakan pada Minggu, 1 November 2026, pukul 08.00 WITA, bertempat di Gereja Petra Kefamenanu, Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara. Kegiatan dipimpin oleh Kasat Lantas Polres TTU, IPTU Rokhy H.M. Blegur, S.H., dan diikuti oleh sejumlah perwira serta personel Polres TTU yang beragama Protestan bersama kurang lebih 300 jemaat Gereja Petra Kefamenanu.
Ibadah kebaktian Minggu dipimpin oleh Pdt. Endang R. Balang, S.Th., dengan pembacaan Alkitab dari Mazmur 65:1-14 dan mengangkat tema khotbah “Allah Memelihara Bumi Milik-Nya: Umat Dipanggil Menjaganya.” Pesan tersebut mengajak seluruh umat untuk senantiasa bersyukur atas pemeliharaan Tuhan, sekaligus menyadari tanggung jawab bersama dalam menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan hidup sebagai bagian dari wujud iman dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran personel Polres TTU dalam ibadah tersebut bukan sekadar memenuhi kegiatan seremonial, tetapi menjadi gambaran nyata bahwa tugas kepolisian memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai keagamaan, khususnya dalam membangun kedamaian, kepedulian, toleransi, persaudaraan, serta tanggung jawab terhadap sesama. Melalui momentum ini, Polri menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga melalui pendekatan spiritual, sosial, dan kemanusiaan.

Usai mengikuti rangkaian ibadah, Kasat Lantas Polres TTU IPTU Rokhy H.M. Blegur, S.H., menyampaikan imbauan Kamtibmas, khususnya terkait keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Ia menjelaskan bahwa saat ini Polres TTU sedang melaksanakan Operasi Patuh Turangga 2026 yang berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.
Dalam penyampaiannya, Kasat Lantas mengingatkan para pejalan kaki agar menggunakan trotoar dan menghindari berjalan di bahu jalan demi keselamatan bersama. Kepada pengendara sepeda motor, ia mengimbau agar selalu menggunakan helm berstandar keselamatan, membawa Surat Izin Mengemudi (SIM), serta memastikan kondisi tubuh tetap sehat dan prima sebelum berkendara.
Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak mengendarai kendaraan dalam keadaan mengantuk maupun setelah mengonsumsi minuman keras karena dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Selain itu, setiap pengendara kendaraan bermotor diwajibkan melengkapi kelengkapan kendaraan, termasuk memasang kaca spion dan tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai ketentuan atau knalpot brong.
Bagi pengendara kendaraan roda empat dan kendaraan lainnya, Kasat Lantas turut mengingatkan pentingnya mematuhi batas kecepatan maksimal 40 km/jam di kawasan perkotaan sebagaimana ketentuan yang berlaku. Masyarakat yang mengantre bahan bakar minyak (BBM) juga diimbau agar tetap mengikuti jalur antrean yang telah ditentukan, tidak melawan arus, serta tidak menggunakan jalur berlawanan yang dapat mengganggu kelancaran dan keselamatan lalu lintas.
Lebih lanjut, kegiatan Minggu Kasih ini menjadi ruang komunikasi dua arah antara Polri dan masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan jemaat dan tokoh agama, Polri dapat semakin dekat dengan masyarakat, mendengarkan berbagai masukan, memahami kebutuhan warga, serta membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Dari kegiatan tersebut, sejumlah hasil positif berhasil dicapai, antara lain terjalinnya hubungan silaturahmi yang semakin erat antara personel Polres TTU dengan jemaat Gereja Petra Kefamenanu, meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, tersampaikannya informasi pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2026, serta semakin kuatnya kesadaran bersama bahwa keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polres TTU berharap sinergi antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terpelihara. Nilai-nilai kasih, persaudaraan, toleransi, dan kepedulian yang diperoleh melalui kehidupan beragama diharapkan dapat diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dengan saling menghargai, menjaga lingkungan, menaati aturan, dan menciptakan situasi Kamtibmas yang aman serta kondusif.

Polres TTU juga mengajak seluruh jemaat dan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, tidak hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga demi keselamatan keluarga dan sesama pengguna jalan.
Kegiatan ibadah dan Minggu Kasih berakhir pada pukul 10.30 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Melalui Minggu Kasih, Polres TTU terus menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, Polisi Bersama Masyarakat, membangun kedekatan melalui iman dan kemanusiaan, serta mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, dan senantiasa menjadi sahabat masyarakat.


