Pendekatan Humanis Brigpol Lola, Kunci Bangun Keselamatan di Jalan Raya

Pendekatan Humanis Brigpol Lola, Kunci Bangun Keselamatan di Jalan Raya
Foto : Dengan penuh kehati-hatian, Brigpol Lola memastikan helm pengendara terpasang dengan benar sebagai pelindung utama bagi keselamatan jiwa.

Tribtaranewsttu.com Kefamenanu, TTU – Sosok polisi wanita kembali menunjukkan peran dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Brigpol Lola Bistolen, personel Satlantas Polres TTU, tampil di garis depan dengan pendekatan yang lebih humanis dan menyentuh sisi emosional masyarakat, Kamis, 5 Maret 2026.

Tak hanya sebatas memberikan himbauan lisan, Brigpol Lola Bistolen juga menunjukkan perhatian detail terhadap keselamatan pengendara. Dalam salah satu momen, ia dengan sigap membantu seorang pengendara wanita mengencangkan tali helm yang dikenakan. Tindakan sederhana ini menyimpan makna besar—bahwa keselamatan tidak boleh dianggap sepele, bahkan dari hal kecil sekalipun.

Dengan penuh kehati-hatian, Brigpol Lola memastikan helm terpasang dengan benar agar mampu melindungi secara maksimal jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Ia juga memberikan edukasi singkat bahwa penggunaan helm bukan hanya formalitas untuk menghindari tilang, tetapi sebagai pelindung utama bagi keselamatan jiwa.

Interaksi hangat tersebut mencerminkan pendekatan humanis yang terus dibangun oleh jajaran Satlantas Polres TTU. Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak lagi dipandang sebagai sosok yang menakutkan, melainkan sebagai sahabat yang peduli dan siap membantu. Dari gestur sederhana seperti membantu memasang helm, tersirat pesan kuat tentang kepedulian, tanggung jawab, dan upaya preventif dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Berbeda dari pendekatan penegakan hukum yang kaku, Brigpol Lola memilih cara yang lebih personal. Ia tidak hanya menyampaikan aturan, tetapi juga terlibat langsung membantu masyarakat memahami pentingnya keselamatan. Dalam salah satu kegiatannya, ia terlihat membantu seorang pengendara mengenakan helm dengan benar—sebuah tindakan kecil yang mencerminkan kepedulian besar.

Dari kejadian tersebut, tersirat bahwa masih ada masyarakat yang belum sepenuhnya memahami standar keselamatan berkendara, khususnya dalam penggunaan helm yang benar. Banyak pengendara yang sekadar memakai helm tanpa memastikan kekencangan tali atau posisi yang tepat. Hal ini menjadi perhatian serius, karena kesalahan kecil dapat berakibat fatal saat terjadi kecelakaan.

Kehadiran Brigpol Lola tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun kedekatan emosional. Dengan pendekatan yang lembut dan komunikatif, masyarakat merasa lebih nyaman dan tidak terintimidasi. Ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Peran polisi perempuan dalam situasi ini menjadi sangat penting. Selain mampu menghadirkan suasana yang lebih humanis, mereka juga dinilai lebih efektif dalam menyentuh kesadaran masyarakat melalui pendekatan empati. Hal ini terlihat dari respon masyarakat yang lebih terbuka dan menerima arahan dengan baik.

Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres TTU tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan edukasi dan pendekatan persuasif. Pesan yang ingin disampaikan jelas: keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan perubahan budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari kesadaran individu.

Apa yang dilakukan Brigpol Lola Bistolen menjadi cerminan bahwa transformasi Polri menuju institusi yang lebih humanis bukan sekadar slogan, melainkan nyata dirasakan di lapangan—bahkan dari hal sederhana seperti memastikan tali helm terpasang dengan benar.