Jaga Integritas Kedaulatan Negara, Sat Samapta Polres TTU Gelar Patroli Dialogis Skala Besar di Sepanjang Garis Perbatasan RI-RDTL

Jaga Integritas Kedaulatan Negara, Sat Samapta Polres TTU Gelar Patroli Dialogis Skala Besar di Sepanjang Garis Perbatasan RI-RDTL

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu– Dalam rangka menegakkan hukum, memelihara keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), serta menjaga integritas wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Korps Korps Sabhara kembali menunjukkan dedikasi dan profesionalismenya. Pada Senin pagi, 15 Juni 2026, tepat pukul 08.00 WITA, Satuan Samapta (Sat Samapta) Kepolisian Resor Timor Tengah Utara (Polres TTU) menggelar patroli perbatasan berskala besar yang menyisir berbagai wilayah rawan di Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan krusial yang menjadi bagian dari tugas pokok Polri ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Sabhara (Kasat Sabhara) Polres TTU, AKP Ferdy Y. Bessie. Tidak bergerak sendiri, AKP Ferdy didampingi oleh 16 personel tangguh anggota Samapta Polres TTU yang dilengkapi dengan armada kendaraan Roda Empat dan roda dua taktis khusus perbatasan serta perlengkapan perorangan standar operasional prosedur (SOP) kepolisian modern.

Patroli Preventif ini menempuh jalur yang cukup panjang dengan kondisi geografis yang bervariasi dan menantang. Memulai pergerakan dari markas komando Polres TTU, konvoi patroli taktis bergerak sistematis menyisir wilayah Kefa Utara, kemudian melanjutkan pergerakan ke Nunpene, Kuatnana, Amol, Bitefa, Sunsea, Bakitolas, Benus, Manamas, Manufonu, Wini, Oekolo, Mena, hingga kembali ke titik awal. Rute komprehensif ini sengaja dipilih karena mencakup desa-desa yang berbatasan langsung maupun menjadi jalur penyangga menuju wilayah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Fokus utama dan sasaran dari operasi preventif ini adalah memitigasi serta menindak tegas segala bentuk aktivitas ilegal di sepanjang garis perbatasan. Hal ini mencakup penyelundupan barang komoditas, bahan bakar minyak (BBM), kendaraan bermotor, pelintasan batas ilegal (human trafficking), hingga peredaran narkotika transnasional yang kerap memanfaatkan kelengahan di jalur-jalur tikus.

Sebagai manifestasi dari Polri yang Presisi, Sat Samapta Polres TTU tidak hanya mengedepankan pendekatan represif, melainkan mengutamakan tindakan preventif yang humanis melalui patroli dialogis, personel Sat Samapta yang mengenakan seragam dinas lengkap beserta rompi keselamatan merah khas berkendara, tampak menghentikan laju kendaraan roda dua mereka secara profesional saat berpapasan dengan warga lokal di pinggir jalan kawasan perbatasan.

Dalam kesempatan dialogis tersebut, AKP Ferdy Y. Bessie bersama anggotanya turun langsung menyapa warga, mendengarkan aspirasi mereka, dan memberikan edukasi hukum secara persuasif. Kepada para pemuda dan masyarakat setempat yang ditemui di jalur patroli, petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengimbau agar tidak mudah tergiur oleh keuntungan instan dari aktivitas penyelundupan maupun tindakan melanggar hukum lainnya. Pendekatan dialogis ini dinilai sangat efektif dalam membangun sistem pengamanan partisipatif, di mana masyarakat perbatasan diposisikan sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Setelah menempuh perjalanan darat yang intensif selama kurang lebih enam jam, seluruh rangkaian kegiatan patroli perbatasan ini resmi berakhir pada pukul 14.00 WITA. Berdasarkan evaluasi akhir operasi, situasi keamanan di sepanjang rute yang dilalui terpantau aman, tertib, dan sepenuhnya terkendali. Petugas memastikan tidak ditemukan adanya indikasi maupun bukti riil terkait kegiatan ilegal yang melanggar hukum di seputar area perbatasan RI-RDTL selama pelaksanaan patroli berlangsung.

Keberhasilan patroli ini membuktikan komitmen kuat dari Polres TTU dalam menghadirkan rasa aman bagi masyarakat di beranda depan NKRI. Melalui kehadiran langsung negara di lapangan lewat institusi Polri, diharapkan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan Timor Barat dapat terus terjaga secara berkelanjutan demi mendukung pembangunan nasional dan kesejahteraan warga perbatasan.