Reaksi cepat Polres TTU menyikapi Isu Penolakan Kanaikan Harga BBM yang beredar di Medsos
Tribratanewsttu, Kefamenanu — Pasca-kebijakan PT Pertamina Patra Niaga yang melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi ,Kepolisian Resor Timor Tengah Utara bergerak cepat melakukan langkah-langkah preventif.
Pada Senin 20/04/2026, jajaran kepolisian melakukan deteksi dini dan monitoring intensif di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Kefamenanu guna memastikan situasi tetap kondusif di tengah riuh rendah informasi di media sosial.

Langkah ini diambil menyusul beredarnya berbagai flyer provokasi yang mengajak masyarakat melakukan aksi penolakan di jagat maya.Namun, berkat respons taktis kepolisian, keresahan tersebut tidak menjadi gangguan nyata. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan,aktivitas pengisian bahan bakar berjalan normal tanpa adanya antrean panjang yang mencolok. Fenomena panic buying yang kerap menghantui setiap transisi harga energi pun terpantau nihil di wilayah ini.
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote S.I.K., M.M, melalui Waka Polres TTU KOMPOL Sudirman, S.Sos, menekankan bahwa kestabilan ini merupakan buah dari sinergi pemantauan titik rawan dan edukasi publik yang tepat.
"Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk melakukan monitoring melekat di setiap titik pengisian. Fokus kami adalah akan memastikan tidak ada ruang bagi oknum yang ingin memanfaatkan situasi ini dengan menyebarkan flyer provokasi atau ajakan aksi yang tidak produktif, dan hingga saat ini, situasi di Kefamenanu sangat kondusif; ketersediaan stok aman dan tidak ada antrean panjang yang mengarah pada panic buying," tegasnya.
Pihak kepolisian memastikan bahwa distribusi BBM tetap lancar dan tidak ada upaya penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Fokus utama aparat adalah menjamin bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan energi tetap terpenuhi tanpa rasa takut akan kelangkaan, sekaligus meredam potensi gesekan sosial akibat provokasi digital yang tidak berdasar.


