Menatap Kancah Nasional, Polres TTU Kawal Pengamanan Kejuaraan Open Road Race Piala Bupati 2026 di Sirkuit Oemanu

Deru mesin motor sport dan riuh antusiasme ribuan pasang mata memadati Lapangan Oemanu, Kefamenanu, yang disulap menjadi Sirkuit Non-Permanen megah. Pada Hari Sabtu (30/05/2026), menjadi saksi sejarah dibukanya ajang balap motor bergengsi "Kejuaraan Open Road Race Piala Bupati TTU Tahun 2026".

Menatap Kancah Nasional, Polres TTU Kawal Pengamanan Kejuaraan Open Road Race Piala Bupati 2026 di Sirkuit Oemanu

Tribratanewsttu.com, Kefamenanu, Ttu —Di balik gemerlap kompetisi otomotif ini, Kepolisian Resor Timor Tengah Utara, mengambil peran vital dalam memastikan stabilitas keamanan serta penegakan protokol keselamatan penonton dan pembalap demi mewujudkan impian daerah menuju pentas olahraga nasional.

Acara pembukaan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini dihadiri langsung oleh Bupati TTU, Sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Nusa Tenggara Timur , jajaran Muspida Kabupaten TTU, segenap Panitia Penyelenggara Event Road Race, serta puluhan pembalap berbakat dari berbagai daerah. Mewakili Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., Wakapolres TTU Kompol Sudirman, S.Sos., hadir memberikan sambutan sekaligus membuka jalannya pengamanan resmi kepolisian demi memastikan ketertiban di area sirkuit.

Berdiri tegak di podium utama, Kompol Sudirman, S.Sos., mengawali arahannya dengan sebuah kilas balik historis yang emosional mengenai lahirnya event balap motor resmi di Kabupaten TTU. Dirinya menceritakan bagaimana institusi Polri bertransformasi dari aparat penegak hukum yang represif menjadi fasilitator ruang kreatif bagi generasi muda di daerah perbatasan tersebut.

"Ajang Road Race ini sejatinya diinisiasi dan dimulai pada tahun 2017 lalu. Saat itu, di wilayah hukum Kabupaten TTU, sangat marak sekali terjadi aksi balap liar di jalan-jalan umum. Fenomena tersebut tidak hanya membahayakan nyawa para pelakunya, tetapi juga memicu angka kecelakaan tinggi yang mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya," ungkap Kompol Sudirman mengenang masa lalunya saat menjabat sebagai Kasat Lantas.

Merespons keresahan masyarakat, pimpinan Polres TTU kala itu memerintahkan jajaran Satlantas untuk merumuskan sebuah rencana strategis atau terobosan kreatif guna menekan dan menghentikan aksi balap liar tersebut. Langkah humanis diambil dengan mengumpulkan seluruh anak muda yang menjadi pelaku balap liar di Mapolres TTU guna mendengarkan keluhan serta motivasi utama mereka. Dari sana terungkap bahwa mereka sebenarnya hanya ingin menyalurkan hobi, namun wadah sirkuit tidak tersedia. Dialog konstruktif ini kemudian dilaporkan kepada Kapolres dan diteruskan kepada Pemerintah Daerah, hingga akhirnya Bupati TTU menyetujui pengadaan ajang balap resmi yang terus terjaga konsistensinya hingga tahun 2026 ini.

Memasuki esensi pengamanan, Kompol Sudirman secara tegas menyampaikan pesan khusus dan instruksi langsung dari Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M. Pihak kepolisian menggarisbawahi bahwa aspek keselamatan adalah harga mati dalam penyelenggaraan ajang motorsport. Mengingat karakteristik olahraga ini yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, pengamanan ketat telah diplot di berbagai titik sirkuit guna meminimalisir risiko fatalitas melalui penekanan utama berikut:

  1. Mitigasi Risiko Tinggi: Kegiatan balap motor ini memiliki risiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan semua pihak, baik penonton maupun para pembalap itu sendiri. Polri menghimbau agar masing-masing individu memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga keselamatan diri sendiri.
  2. Kepatuhan Regulasi: Seluruh pengunjung dan partisipan diwajibkan mentaati dan mengikuti setiap regulasi keselamatan serta pembatasan zona aman yang telah ditetapkan secara ketat oleh Panitia Penyelenggara dan aparat pengamanan Polri.
  3. Prinsip Akuntabilitas Event: Mengingat ini adalah event resmi, apabila terjadi insiden kecelakaan yang melibatkan penonton atau pembalap akibat kelalaian pribadi melanggar batas aman, hal tersebut akan menjadi tanggung jawab masing-masing individu. Polri menegaskan pentingnya kedisiplinan agar tidak ada aksi saling menyalahkan di kemudian hari.

Di penghujung arahannya, Wakapolres TTU menyuarakan apresiasi yang mendalam dari Ibu Kapolres TTU kepada seluruh komponen yang terlibat, khususnya kepada para pembalap yang siap berlaga. Beliau menitipkan pesan moral agar seluruh pembalap senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas selama jalannya kompetisi.

Secara khusus di hadapan Sekretaris IMI NTT yang turut hadir dalam jajaran tamu kehormatan, Kompol Sudirman menyampaikan harapan besar dari Polres dan masyarakat TTU adalah agar ajang ini dipantau secara kualitas kelayakannya. Target besarnya adalah menjadikan Kabupaten TTU yang dicintai ini ditetapkan oleh IMI Pusat sebagai salah satu kabupaten atau kota resmi penyelenggara Event Balap Nasional di masa mendatang.

Setelah seluruh rangkaian seremoni pembukaan dan penekanan kamtibmas selesai disampaikan, acara dilanjutkan dengan agenda balapan utama yang telah dijadwalkan. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, memenuhi sekeliling pembatas luar Lapangan Oemanu dengan tertib di bawah pengawasan ketat personel kepolisian. Seluruh rangkaian pembukaan ini ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran pejabat daerah, Muspida, perwakilan Polres TTU, IMI NTT, serta perwakilan pembalap, menandai sinergi yang kuat demi suksesnya stabilitas keamanan dan prestasi olahraga di Bumi Biinmaffo.