Amankan Pekan Suci, 75 Personel Polres TTU Disiagakan dalam Operasi Semana Santa Turangga 2026

Pelaksanaan Operasi Semana Santa Turangga 2026 di wilayah Polres TTU menitikberatkan pada kesiapan personel, koordinasi lintas sektor, serta pendekatan kepada tokoh agama dan masyarakat. Langkah antisipatif dan sinergi yang kuat diharapkan mampu menjamin seluruh rangkaian ibadah Paskah berlangsung aman, tertib, dan khidmat.

Amankan Pekan Suci, 75 Personel Polres TTU Disiagakan dalam Operasi Semana Santa Turangga 2026

Tribratanewsttu.com; KEFAMENANU (27/3/2026) - Menjelang perayaan Paskah, jajaran kepolisian di wilayah Polda NTT menggelar Operasi Kewilayahan Semana Santa Turangga 2026. Di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sebanyak 75 personel Polres Timor Tengah Utara dikerahkan untuk memastikan keamanan rangkaian ibadah berlangsung aman dan kondusif.

Wakapolres TTU, Kompol Sudirman, menjelaskan bahwa sasaran operasi mencakup orang, barang, lokasi, serta seluruh kegiatan ibadah Paskah. Karena itu, kesiapan personel menjadi hal utama, terutama dalam memahami teknik dan prosedur pengamanan di lapangan.

“Latihan Pra Operasi ini bertujuan memberikan arahan kepada personel agar memahami tugas sesuai fungsinya dan berpedoman pada SOP pelaksanaan tugas,” ujar Kompol Sudirman.

Beliau menekankan pentingnya mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, termasuk dengan memperkuat koordinasi bersama panitia gereja serta membangun sinergi antar satuan tugas. Langkah tersebut dinilai penting guna menekan potensi gangguan kamtibmas selama perayaan berlangsung.

Sementara itu, Kepala Satuan Intelijen Polres TTU, AKP Suparjo, menyebutkan bahwa situasi keamanan di wilayah TTU secara umum masih kondusif. Meski demikian, langkah antisipatif terus dilakukan, salah satunya melalui pendekatan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Koordinasi dengan para tokoh agama sangat penting untuk meminimalisir potensi pelanggaran kamtibmas, khususnya saat pelaksanaan ibadah Paskah di gereja,” ujarnya.

Semana Santa merupakan tradisi keagamaan umat Katolik yang berasal dari bahasa Portugis yang berarti “Pekan Suci”. Tradisi ini memperingati sengsara, wafat, hingga kebangkitan Yesus Kristus, yang berpuncak pada perayaan Paskah.

Di wilayah Nusa Tenggara Timur, terutama di daerah dengan pengaruh budaya Katolik yang kuat, Semana Santa dirayakan melalui berbagai kegiatan religius seperti misa, prosesi jalan salib, pawai lilin, hingga perarakan patung-patung religius. Tradisi ini tidak hanya menjadi peristiwa keagamaan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang melibatkan partisipasi luas masyarakat.

Dengan tingginya antusiasme umat dalam mengikuti rangkaian Semana Santa, aparat kepolisian menilai pengamanan yang matang menjadi kunci utama agar seluruh kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan penuh khidmat.(wm)